Intinya dulu

Belum ada kebijakan penyaluran BSU pada 2026. Warga diminta tidak mengisi data melalui tautan tidak resmi.

Ceritanya

JAKARTA — Pencarian tentang cara mengecek Bantuan Subsidi Upah atau BSU kembali meningkat. Namun, Kementerian Komunikasi dan Digital telah mengingatkan bahwa tautan yang menjanjikan pencairan BSU September 2026 sebesar Rp600 ribu merupakan hoaks.

Dalam klarifikasi resminya, Komdigi mengutip keterangan Kepala Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan bahwa belum ada kebijakan penyaluran BSU pada 2026.

Artinya, masyarakat sebaiknya tidak memasukkan NIK, nomor rekening, kata sandi, kode OTP, atau data pribadi lain ke laman yang beredar melalui pesan singkat maupun media sosial.

Jika menerima tautan serupa, periksa alamat situs dengan teliti. Informasi ketenagakerjaan sebaiknya dirujuk langsung ke kanal resmi Kemnaker atau BPJS Ketenagakerjaan, bukan formulir dengan domain asing atau alamat yang menyerupai situs pemerintah.

Langkah aman lainnya adalah tidak meneruskan pesan sebelum memeriksa sumber, menyimpan tangkapan layar bila perlu dilaporkan, serta mengganti kata sandi apabila terlanjur memasukkan data akun.

Artikel ini merangkum klarifikasi pemerintah yang masih relevan dengan pencarian publik pada 8 Oktober 2026. Informasi program dapat berubah hanya melalui pengumuman resmi pemerintah.

Sumber & catatan editorialDisusun dari klarifikasi resmi pemerintah yang ditautkan; diperiksa 8 Oktober 2026. Tidak ada tautan pendaftaran BSU dalam artikel ini.
Kementerian Komunikasi dan Digital, 1 Oktober 2026